Diri sendiri dulu, baru orang lain

Published on

Manusia itu adalah makhluk yang dinamis, hari ini bisa menjadi sosok yang sangat baik hati, besok bisa saja tiba - tiba berubah menjadi sosok yang ngeselin dan menyebalkan.

Akan tetapi sering sekali, apabila seseorang melakukan sebuah kesalahan yang mungkin itu sengaja dengan niat jahatnnya dengan embel - embel bercanda atau mungkin orang tersebut sudah mencoba merencanakan dengan baik, akan tetapi diluar dugaan hal itu menjadi kesalahan yang fatal, kita mungkin yang menjadi korban akan sebel, marah, jengkel pada orang tersebut. Bahkan sering kali kita berfokus pada kesalahan orang tersebut, sampai - sampai kita melupakan kebaikan yang pernah dia lakukan.

Sering kali kita terlalu fokus pada noda hitam yang ada di lembaran kertas putih. Sering kali kita juga bisa melihat dengan detail semut yang ada jauh dikepulauan, akan tetapi gajah di pelupuk mata kita abaikan. Bahkan yang paling parahnnya kita sibuk mencari tau kesalahan orang tersebut sampai detail, dan kita menghina, mencerca dia atas kesalahan yang dia lakukan dan kita menjadi sosok yang paling benar dan menjadi korban atas kejadian tersebut.

Kemudian secara tidak sadar beberapa waktu kemudian, kita melakukan hal yang sama, melakukan keburukan yang orang itu pernah lakukan ke kita, dengan kita melakukan hal tersebut ke orang lain.

Kita lupa, kita mungkin, bahkan bukan mungkin, bisa dibilang sering melakukan kesalahan, yang bisa jadi ada orang lain yang memendam dendam kepada kita sampai detik ini atau bahkan orang tersebut sudah tiada.

Jadi hal yang ingin disampaikan, mulailah belajar berlapang dada atas kesalahan orang lain. Ingatlah satu hal bahwa manusia itu tempatnya cela dan kesalahan, akan tetapi kita tidak boleh memanfaatkan alasah tersebut untuk kita berbuat salah. Dia punya salah, kita pun juga punya salah. Dia juga punya kesempatan memperbaiki hal tersebut, kita pun begitu. Kemudian janganlah mencela kesalahan orang lain, terlebih lagi kita menjadi merasa paling benar. Lebih baik kita bersyukur karena kita tidak melakukan hal tersebut, dan mendoakan agar dia menjadi orang yang lebih baik keesokan harinnya.

Dengan kita belajar memaafkan orang lain, kita juga berusaha berharap agar Allah Subhanahuwata'ala memaafkan kesalahan kita dihari akhir nanti selama kita hidup di dunia ini :). Aamiin Allahumma Aamiin.